Jasa Raharja Imbau Pemudik Prioritaskan Keselamatan
Jasa Raharja mengimbau pemudik memprioritaskan keselamatan mudik Lebaran 2026 di tengah proyeksi 143,9 juta pergerakan masyarakat.
Foto ilustrasi kendaraan melintas di Jalan Tol
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Jasa Raharja mengimbau masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Imbauan ini disampaikan seiring dengan proyeksi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menekankan pentingnya persiapan perjalanan yang matang, terutama bagi pemudik yang bepergian bersama keluarga. Ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima serta memeriksa kelayakan teknis kendaraan sebelum berangkat.
“Dari angka itu, hal pertama yang ingin kami sampaikan adalah memprioritaskan keselamatan. Periksa juga alat transportasi kendaraan, sehingga semuanya bisa menjadikan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman," ujar Awaluddin di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurutnya, kesiapan pengemudi dan kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan selama periode mudik yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat. Dengan jumlah pemudik yang besar, risiko kecelakaan di jalur transportasi juga berpotensi meningkat apabila persiapan tidak dilakukan secara optimal.
Selain mengingatkan masyarakat terkait aspek keselamatan, Jasa Raharja juga memastikan perlindungan sosial bagi seluruh pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi. Perlindungan tersebut mencakup perjalanan menggunakan transportasi darat, laut, udara, maupun kereta api selama periode angkutan Lebaran.
Perusahaan juga menjalankan program zero pending claim sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyaluran santunan bagi korban kecelakaan selama musim mudik. Melalui skema ini, Jasa Raharja menargetkan proses administrasi dan pembayaran santunan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Dalam pelaksanaannya, korban kecelakaan yang meninggal dunia dijamin memperoleh santunan dengan proses penyelesaian maksimal dalam waktu 2x24 jam. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka akan mendapatkan dukungan penanganan medis melalui jaringan fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan Jasa Raharja.
“Semuanya sudah kami koordinasikan dengan 2.817 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memastikan penanganan yang cepat tanpa prosedur rumit,” tambahnya.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mempercepat akses layanan kesehatan bagi korban kecelakaan lalu lintas selama periode mudik. Dengan keterhubungan sistem antara Jasa Raharja dan fasilitas kesehatan, proses administrasi penanganan korban diharapkan dapat berjalan lebih efisien.
Selain dukungan santunan dan layanan kesehatan, Jasa Raharja juga menyiapkan langkah mitigasi risiko di jalur mudik. Perusahaan menyiagakan 25 posko pelayanan terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis jalur mudik di Indonesia.
Posko-posko ini terintegrasi dengan berbagai instansi terkait guna memberikan sejumlah layanan bagi pemudik. Layanan tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi, pengecekan teknis kendaraan ringan, serta fasilitas tempat istirahat bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan.
Kehadiran posko pelayanan ini ditujukan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik, sekaligus membantu pemudik memantau kondisi kesehatan maupun kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.
Awaluddin berharap kesiapan petugas di lapangan dan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara dapat berjalan seiring selama periode mudik Lebaran tahun ini.
“Semoga masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga dan merasakan Lebaran dengan penuh kegembiraan,” pungkasnya.


