Mitigasi Dampak Selat Hormuz, Strategi Emiten BABY Jaga Operasional
Emiten BABY siapkan mitigasi dampak Selat Hormuz untuk menjaga operasional dan kinerja di tengah tekanan global.
Ritel pakaian bayi sebagai bagian dari operasional PT Multitrend Indo Tbk
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Multitrend Indo Tbk (BABY) menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi dampak penutupan Selat Hormuz terhadap operasional dan kinerja keuangan perusahaan. Emiten ritel pakaian bayi dan remaja ini menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi dinamika ekonomi global, khususnya terkait harga energi dan biaya logistik.
Corporate Secretary Multitrend Indo, Nauli Masitha Dewi, menjelaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang memiliki peran penting dalam distribusi energi dunia. Penutupan jalur ini dinilai dapat memicu tekanan pada biaya operasional akibat kenaikan harga energi serta meningkatnya ongkos logistik.
Dalam jangka pendek, perseroan menyampaikan bahwa rantai pasok masih dalam kondisi relatif stabil. Hingga saat ini, tidak terdapat gangguan signifikan pada ketersediaan produk maupun proses distribusi. Aktivitas operasional perusahaan juga masih berjalan normal sesuai rencana.
Namun demikian, dari sisi pendapatan, perusahaan mulai mencermati adanya tekanan ringan. Kondisi tersebut berkaitan dengan penurunan tingkat kepercayaan konsumen, pembatalan rencana perjalanan, serta kecenderungan sebagian pelanggan untuk menunda pembelian.
"Perseroan tetap melakukan pemantauan secara aktif serta menerapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga stabilitas operasional dan kinerja usaha," kata Nauli dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/3).
Sebagai langkah mitigasi, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah ketidakpastian global.
Langkah yang ditempuh meliputi diversifikasi pemasok dengan memperkuat sumber lokal dan regional guna mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi global. Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi pengelolaan persediaan agar tetap efisien dan mampu menjaga ketersediaan produk.
Perseroan turut menerapkan efisiensi biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Di sisi pemasaran, strategi juga disesuaikan untuk mempertahankan permintaan di tengah perubahan perilaku konsumen.
Pemantauan terhadap kondisi makroekonomi dan geopolitik dilakukan secara lebih intensif sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko yang berkelanjutan.
BABY menegaskan bahwa tidak terdapat rencana aksi korporasi material yang secara langsung dipicu oleh potensi penutupan Selat Hormuz dalam periode 12 bulan ke depan.
"Perusahaan Tetap menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan dengan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan kondisi pasar," katanya.
Dengan langkah mitigasi tersebut, perusahaan berupaya menjaga stabilitas operasional di tengah potensi tekanan eksternal yang dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, termasuk isu terkait Selat Hormuz.


