AirAsia Sesuaikan Tarif Imbas Kenaikan Harga Avtur Global
AirAsia X sesuaikan tarif akibat kenaikan harga avtur global, sambil optimalkan rute domestik dan internasional.
AirAsia sesuaikan tarif di tengah tekanan kenaikan harga avtur global.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Kenaikan harga avtur global yang menembus level US$150 per barel akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada industri penerbangan. Kondisi ini mendorong sejumlah maskapai, termasuk AirAsia X, untuk melakukan penyesuaian tarif guna menjaga keberlanjutan operasional.
Group CEO AirAsia X, Bo Lingam, mengungkapkan bahwa lonjakan harga avtur global saat ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi tersebut dinilai memberikan tekanan signifikan terhadap struktur biaya operasional maskapai berbiaya rendah.
“Untuk menjaga keberlanjutan operasional, kami melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge satu kali di seluruh jaringan,” kata Bo Lingam dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (6/4).
Penyesuaian tarif ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap kenaikan harga avtur global yang menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional penerbangan. Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi operasional dan keberlanjutan layanan kepada penumpang.
Selain melakukan penyesuaian tarif, AirAsia X juga menjalankan strategi optimalisasi rute untuk menjaga performa bisnis. Salah satu fokusnya adalah pengembangan rute internasional melalui Bahrain yang diposisikan sebagai hub strategis. Rute ini dirancang untuk menghubungkan kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa, serta dijadwalkan mulai beroperasi pada 26 Juni 2026.
Pengembangan rute tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan penerbangan AirAsia X, seiring dengan proyeksi kondisi kawasan yang semakin kondusif. Optimalisasi jaringan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam merespons dinamika industri penerbangan global, termasuk dampak dari kenaikan harga avtur global.
Di pasar domestik Indonesia, AirAsia juga melakukan penyesuaian melalui optimalisasi rute penerbangan. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pembukaan rute dari Surabaya (SUB) menuju sejumlah kota di Sulawesi, seperti Makassar (UPG), Kendari (KDI), Luwuk (LUW), dan Palu (PLW). Rute ini telah diluncurkan pada 7 Maret 2026.
Chief Commercial Officer AirAsia X Amanda Woo menjelaskan bahwa pembukaan rute domestik tersebut difokuskan pada peningkatan konektivitas antara Surabaya dan wilayah Sulawesi.
“Rute domestik yang kami buka tahun ini murni untuk konektivitas antara Surabaya dan Sulawesi, yang saat ini sedang kami rasionalisasi,” kata Amanda Woo.
Seiring dengan proses rasionalisasi, AirAsia juga melakukan penyesuaian frekuensi penerbangan pada beberapa rute. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pasar dan efisiensi operasional.
“Dari segi penerbangan dua kali sehari, kami akan kurangi menjadi penerbangan harian atau mingguan,” bebernya.
Meski terdapat penyesuaian frekuensi, perusahaan memastikan bahwa langkah tersebut tidak akan mengurangi konektivitas antarwilayah yang telah terbangun. Hal ini menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kebutuhan mobilitas penumpang.
"(Langkah ini) tidak akan mempengaruhi konektivitas antara kedua wilayah di Indonesia ini,” terang dia.
Secara keseluruhan, langkah penyesuaian tarif dan optimalisasi jaringan yang dilakukan AirAsia X mencerminkan respons industri terhadap kenaikan harga avtur global. Strategi ini dijalankan untuk menjaga kesinambungan operasional di tengah tekanan biaya, sekaligus mempertahankan layanan konektivitas yang menjadi kebutuhan utama pasar penerbangan.


