Watsons Indonesia Perkuat Popularitas Digital Lewat Strategi O+O di Industri Beauty Store
Watsons Indonesia perkuat popularitas digital lewat strategi O+O, omnichannel, dan engagement konsumen di industri beauty store.
Brand Watsons Indonesia milik PT Duta Intidaya Tbk memperkuat popularitasnya di ranah digital.
INFOBRAND.ID, Jakarta - Watsons Indonesia yang dioperasikan oleh PT Duta Intidaya Tbk dikenal sebagai salah satu jaringan ritel kesehatan dan kecantikan yang memiliki popularitas kuat di ranah digital. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan internet dalam mencari informasi dan berinteraksi dengan brand, Watsons menunjukkan konsistensi dalam membangun visibilitas dan engagement melalui berbagai kanal digital.
Sebagai bagian dari A.S. Watson Group, Watsons Indonesia telah mengembangkan konsep bisnis O+O (Offline plus Online) sejak mulai beroperasi pada tahun 2006. Hingga Desember 2025, perusahaan telah mengoperasikan 226 gerai di berbagai wilayah Indonesia, yang diperkuat dengan platform digital melalui website, aplikasi, serta official store di berbagai marketplace. Integrasi ini memungkinkan pengalaman belanja yang menyatu antara kanal fisik dan digital.
Regina Novanda, Commercial Manager Watsons Indonesia, menyampaikan bahwa Watsons Indonesia senantiasa memperluas bisnisnya dengan mengutamakan standar operasional bertaraf internasional sekaligus memperhatikan kebutuhan konsumen di tingkat lokal. “Dengan dukungan jaringan global tersebut, Watsons Indonesia menghadirkan portofolio produk kesehatan dan kecantikan yang komprehensif, didukung oleh standar operasional internasional, inovasi berkelanjutan, serta pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan konsumen lokal,” ujarnya kepada INFOBRAND, Kamis (23/4).
Dalam menghadapi persaingan industri, Watsons mengandalkan kombinasi jaringan ritel yang luas, portofolio produk yang lengkap, serta kehadiran produk eksklusif yang memperkuat diferensiasi. Hal ini didukung dengan strategi omnichannel melalui layanan seperti click & collect, home delivery, hingga chat & shop yang memberikan pengalaman belanja yang seamless. “Keunggulan Watsons terletak pada kombinasi jaringan ritel yang luas dan strategis, portofolio produk yang lengkap, serta strategi omnichannel yang terintegrasi,” jelas Regina.
Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam perjalanan brand hingga dikenal luas saat ini. Watsons secara bertahap mengembangkan ekosistem digital sejak sekitar 2018, tidak hanya hadir di platform online, tetapi juga mengintegrasikan pengalaman offline dan online secara menyeluruh. “Watsons tidak hanya ‘hadir di digital’, tetapi mengintegrasikan pengalaman offline dan online secara seamless. Dengan pendekatan ini, Watsons bukan hanya menjadi tempat belanja, tetapi menjadi bagian dari daily lifestyle ecosystem konsumen yang membuat brand tetap relevan dan terus berkembang,” tambahnya.
Strategi digital Watsons tidak hanya berfokus pada peningkatan popularitas, tetapi juga pada pembangunan engagement yang relevan dengan konsumen. Melalui konten edukatif, program loyalitas Watsons Club, hingga campaign berbasis momen seperti shopping festival, brand membangun interaksi yang tidak sekadar transaksional. “Pendekatan ini membuat interaksi tidak hanya bersifat transaksional, tapi juga relationship-driven,” ujarnya.
Selain strategi digital, relevansi brand juga dibangun melalui kelengkapan kategori produk, kualitas dan kurasi brand terpercaya, serta pengalaman belanja terintegrasi. Watsons juga memanfaatkan insight global dari jaringan A.S. Watson Group yang dikombinasikan dengan kebutuhan pasar lokal di Indonesia, sekaligus menjalankan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan.
Ke depan, Watsons Indonesia akan terus memperkuat strategi digital melalui peningkatan engagement, pengembangan teknologi, serta personalisasi layanan berbasis data. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mempertahankan relevansi brand di tengah dinamika perilaku konsumen yang terus berkembang.


