Mayapada Healthcare Hadirkan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan untuk Perkuat Layanan Kanker Presisi
Mayapada Healthcare resmi meluncurkan layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan terapi kanker presisi.
Jajaran manajemen Mayapada Healthcare saat seremoni peluncuran layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. (Foto:INFOBRAND/Zeinal)
INFOBRAND.ID, Jakarta – Mayapada Healthcare Group resmi memperkuat ekosistem layanan onkologinya dengan meluncurkan fasilitas PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan pada Jumat (24/4). Langkah strategis ini diambil guna menjawab tantangan beban penyakit kanker di Indonesia, di mana terdapat sekitar 400.000 hingga 408.000 kasus baru setiap tahunnya. Kehadiran teknologi pencitraan molekuler terkini dari Siemens Healthineers ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi diagnosis serta efektivitas terapi bagi pasien kanker.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare Group, Navin Sonthalia, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan wujud nyata dari komitmen grup untuk memberikan perawatan yang lebih baik. Navin mengungkapkan bahwa rencana pengadaan alat ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak 2019, namun baru dapat direalisasikan saat ini seiring dengan perubahan regulasi terkait fasilitas kedokteran nuklir. "Sejak saat itu saya memahami bahwa teknologi seperti ini bukan hanya alat tapi jawaban kepastian dan harapan bagi pasien," ujar Navin yang juga sempat berbagi pengalaman pribadinya saat menjalani prosedur serupa di masa lalu.
Teknologi PET-CT Scan (Positron Emission Tomography) dan SPECT-CT Scan (Single Photon Emission Computed Tomography) yang diinstalasi merupakan modalitas mutakhir yang mampu mendeteksi penyakit pada level seluler dan molekuler. Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, menjelaskan bahwa fasilitas ini mendukung efektivitas terapi dengan berbagai keunggulan teknis. "Teknologi ini mendukung peningkatan akurasi diagnosis dan efektivitas terapi cancer dengan keunggulan, paparan radiasi yang lebih rendah, waktu pemeriksaan yang lebih cepat, hasil pencitraan yang lebih tajam, alur perawatan yang lebih terarah," jelasnya.
Selain dari sisi teknologi, Mayapada Hospital juga mengedepankan pengalaman pasien melalui pendampingan oleh patient navigator. Askarina Daniswari, seorang penyintas kanker payudara yang telah merasakan layanan ini, memberikan testimoninya mengenai proses pemeriksaan yang lebih tenang dan efisien. "Di sini di-simplify semuanya karena ya sudah tahu, sudah dikasih tahu dari awal nanti ibu akan seperti ini dan ini. Dan yang lebih saya kaget lagi ketika saya sedang di ruang tunggu setelah disuntik (cairan) FDG (Fluorodeoxyglucose), tiba-tiba nurse-nya bilang, Saya izin matiin lampu ya supaya Ibu lebih rileks. Jadi sebelum Ibu scan, Ibu bisa rileks sekali," ungkapnya.
Strategi Ekspansi Mayapada Healthcare Menuju Layanan Kanker Terintegrasi

Investasi besar pada layanan PET-CT Scan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Mayapada Healthcare untuk menciptakan ekosistem "Precision Oncology" di Indonesia. Mengingat sekitar 70% pasien kanker di Indonesia baru terdiagnosis pada stadium lanjut, akses terhadap diagnostik berkualitas tinggi menjadi krusial untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien.
Ke depan, Mayapada Healthcare berencana memperluas jangkauan layanan kedokteran nuklir ini ke berbagai wilayah di Indonesia melalui model hub and spoke. "Tahun depan PET dan SPECT akan operasional di Mayapada Surabaya dan Mayapada Tangerang. Di Mayapada Bandung kita mulai dari tahun 2027 dan tahun 2028-2029 kita akan investasi di SPECT untuk Bandung," papar Navin Sonthalia. Dengan adanya penambahan fasilitas di kota-kota besar tersebut, Mayapada Healthcare berharap dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus pergi ke luar negeri.


